Al-Fa’lu

Manusia itu bukan hanya diciptakan untuk beribadah, beribadah tanpa rasa optimis ya sulit. Saya berkata sulit ya karena baru-baru saja saya bersikap sangat optimis kepada doa-doa saya. Satu-dua doa belum dikabulkan membuat saya makin mencari dan belajar ada ratusan doa yang belum saya ucapkan. Wong Gusti Allah Maha Mengabulkan segala do’a kok. Moso ? Lah Iblis minta di ‘adakan’ sampai hari kiamat saja dikabulkan. Lah sampeyan iblis po ora? Menungso (sing beriman) ta ?

Seperti contoh peristiwa putus cinta harusnya ya (saya) tidak menggeru kesakitan, kenapa ? Ya karena tidak ada poin sakit diantara  meninggalkan dan ditinggalkan, kenapa ? Ya karena hakikatnya sama, yang meninggalkan bersiap untuk menemukan yang lebih baik, lah yang ditinggalkan bersiap mendapatkan yang lebih baik. Saya yang mana lupain aja haha (Bahasan tetap ini hyahaha)

Intinya tetaplah optimis pada doa dan usaha, berprasangka baik kepada Gusti Allah. Ojo lali dadilah menungso sing apik lan bertawakal.

Advertisements

Reflection of the year (2)

Proses pencarian hikmah.
Dikejutkan dengan berbagai peristiwa, membawa manusia untuk menunjukkan beberapa ekspresi kehidupan, senang ataupun sedih. 
Membuat dan menyusun rencana rencana menjadi makanan utama manusia sembari menjalani nafas yang diberi Sang Ilahi. 

Manusia dikatakan menjadi ciptaan dan mahakarya terbaik dari Ya-Mussawwir , tapi tak menjadikan setiap rencana yang dibuatnya menjadi yang terbaik baginya. 
Manusia bisa berlagak menjadi Perencana, tetap saja yang aslinya berencana ya Sang Maha Perencana. 

Terkadang saya sok paham mengapa manusia dikatakan makhluk sempurna. Dibandingkan malaikat yang dikatakan wujudnya luar biasa, kepatuhan kepada sang Ilahi yang luar biasa, (terkadang juga terheran mengapa manusia yang seringnya jahil malah dikatakan ciptaan yang sempurna) Allahu’alam (Hanya Allah yang mengetahui). 

Tapi saya manusia yang berpikir apakah kekosongan pikiran manusia yang dilahirkan ke muka bumi, hidup dengan segelintir peristiwa, beruntung bagi yang beriman dan rugi bagi yang mengingkari. Dengan berbagai ketidaksempurnaan proses manusia yang hidup setiap harinya berusaha mencari “hikmah” adalah kesempurnaan itu sendiri, sungguh standar sempurna ini jauh dibandingkan Sang Pencipta pemilik semesta. 

Jadi, Tetaplah menjadi manusia, dengan segala kekosonganmu, agar selalu ada tempat bagi hikmah yang kita temui. 

Reflection of the year (1) 

You’ve got everything on you, maybe it looks complete when it comes to you, but it just a worldly, All this feeling now just a part of worldly life (for me).

Know and realize that the first priority is always Allah, how to make or keep the bound with Him. 

I know It takes time to understand everything, but you don’t have to figure out everything (line this), just take a deep reflection, just make sure that the old mistake never going to be repeated. 

Day become a month, month to the years, another life to always grateful and focus. 

Duniamu (Part 2)

Pergi ku menyongsong senja yang pucatKini aku tak bisa membedakan antara bayanganmu dan kabut

Kau bilang aku tunggu disini

Ku kan pulang membawa mawar katamu

Yang kudapati hanya duri

Menggerus kulit di kiri paru

Menusuk bilik di setiap katup

 

distance-girl-grunge-smile-Favim.com-3154610

Belati nanar kini terbuka

Ataukah memang bodoh kurang di asah ?

Duniamu

Menyinggahi setiap katup untuk kau jelajahi ?

Sahih

Apa memang bodoh kurang di asah ?

Ya bodoh kurang di asah

Duniamu

Yang kini kau genggam bersama nafas baru

Tak mengapa ku hirup asap,

Bangkitku mungkin kan terasa panjang

atau Tulus ku tak akan cukup

Walau akhir zaman kan tersisa esok

Tak kuharap kau mengingat

Tulusku menerimamu secara utuh

Tak ku harap kau mengingat

Karna tak akan cukup

large

Ku ingat tentang sebuah cerita, cerita Dua sisi koin

Kubiarkan sisimu tidak mengingat

Kan ku relakan hati ini menjadi pengingat

Bahwa mengejarmu tak akan mampu kulakukan

Karena angin takdir membawa kita berpisah

Duniamu (Part 1)

Entah darimana lagi aku lewat agar aku bisa sampai ke duniamu

Entah bagaimana lagi caraku agar aku bisa sampai ke duniamu

Duniamu yang kini asing dimataku

Atau aku saja yang baru datang ?

Jiwaku berada ditangan-Nya, begitu pun jiwamu

Dalam sekejap saja Sang Pemilik Jiwa membalikkan hati kita yang kini bertukar tempat

Kini aku mengejarmu, berlari semampuku

Berlari mengejarmu di dalam kabut

Aku ingin mengikutimu, mengikuti cahaya yang kau kejar

Tunggu…

Jangan terlalu cepat berlari

Tunggu aku…

download.jpg

 

Entah mengapa kau begitu terburu

Ceritakan sini, ceritakan apa yang sedang membebanimu

Sekiranya aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik

Melainkan ada Dzat yang lebih mampu menolong

Entah mengapa kau begitu terburu

Meninggalkan aku yang juga ingin mencari cahaya bersamamu

Apakah aku se-terlambat itu?

Apakah aku saja tidak cukup ?

Kini kau berteriak, memakiku

Kau bilang

Diam saja disitu, jangan kejar aku

Aku akan kembali

images.jpg

Lirihku berbisik..Baik

Air mataku menghapus kabut, kulihat kau tidak disini lagi

Kau begitu cepat mengejarnya..

Sabar

Apa lagi yang bisa dilakukan kecuali sabar ?

Sabar dan kuat 

Berlatih menjadi wanita yang kuat 

Karena kelak InsyaAllah kau akan melahirkan calon mujahid yang tangguh.

Bersemangat untuk selalu dekat kepada-Nya

Sabar lah ayu…

Bangga

Pekat malam bernyanyi lirih

Merayu sepi di ombak matamu

Apalagi yang kau tangisi ?

Tepian mushaf menghibur kiri parumu 

Duduk saja nikmati cerita 

Cerita seseorang yang bangga dengan bohongnya

Membawa Tuhan dengan nafsunya

Lupa bahwa kita juga manusia

Rasanya bisa sembunyi kedalam selokan

Dia lupa makar Tuhan tidak main-main

Jufri Zaituna

semalam duka itu datang namun makna masih terpendamsedalam derita menggali keriuhan tangis tak sampai-sampai

Hati kian berdebar dalam kebisuan takdir

mengiris dada berkeping-keping

seperti petir panjang menyibak langit yang tak mau ada kehilanggan

usia menggugurkan putik-putik perasaan

menyulut semerbak impian

kegamangan jalan tak berujung

menyergap keinginan untuk segera sampai pada tujuan

namun selalu tertinggal

sebab letih dan pedih dalam remah-remah kisah

menyisakan peluh kesah bagi pertanyaan yang muncul:

apakah masa lalu masih menungguku?

Sang Pemilik Malam

Do’aku melayang di sepertiga malam,

melayang meminta arah yang jelas

terserah saja mau melayang ke atas, ke bawah, ke kanan, ke kiri, kesana kemari

biarkan saja biarkan melayang membawa ke  arah yang BENAR

entah aku harus terjungkir balik memasuki setiap jalan atau gang harapan

tetap ku meminta tujuan yang satu, yaitu yang BENAR

Aku sangat memuja-Mu Sang Pemilik malam dengan segala rahasia-Mu

Sang Pemilik malam yang tidak pernah sekalipun menyakitiku

seluruh hidupku tidak akan mampu membalas kebaikan-Nya

Aku rindu dengan-Mu

setiap saat

 

Bagian favorit dari hari adalah malam hari

Malam ini aku memandang langit dari loteng kamar, melihat cahaya bulan yang semakin lama bergerak menjauhi bingkai lotengku

Entah bagaimana Sang Pemilik malam menciptakan suasana seperti ini

Ilmu yang tiada tara milik-Nya menjadikan malam begitu indah

 

Masalahku melebur tatkala Ia turun di sepertiga malam

do’a demi do’a, pujian demi pujian, bait demi bait hanya untuk Sang Pemilik Malam

aku ingin terus terbangun,

aku ingin terbangun karena rindu, bukan karena ingin sesuatu

aku ingin terus terbangun,

aku ingin terbangun karena cinta, cinta ingin bertemu dengan-Nya suatu hari kelak

aku ingin terus terbangun, merasakan kehadiran-Nya  yang selalu membuat air muka ku tenang

 

Memikirkan-Nya saja membuat tenang

aku malu ketika menangis, malu menangisi hidup yang telah Ia beri

bagaimana bisa aku menangisi hidup yang Ia hadiahkan untukku?

bagaimana bisa aku menangisi anugerah memeluk agama ini yang ia anugerahkan kepadaku ?

cukup

denganmu aku merasa cukup,

dengan segala usahaku, aku akan terus berusaha semampuku memenuhi apa yang Engkau minta, karena yang Engkau beri sudah begitu banyak banyak banyak sekali

 

Wahai Sang Pemilik Malam

Bawa saja aku kemanapun, asal hanya bersama-Mu

Bawa saja aku ke kehidupan manapun, asal hanya dengan-Mu

Aku berusaha tidak meninggalkan-Mu, yang selalu mengarahkan jalanku

 

Malam ini aku rindu bertemu

Mendengar ceritaku dipagi hari yang sebenarnya sudah Engkau ketahui

Tapi Engkau tidak pernah bosan

Tidak pernah marah mendengar cerita yang itu-itu saja

Engkau Sang Pemilik malam yang malah memperindah atmosfir,

meniupkan angin yang lembut,

memberi cahaya bulan agar Engkau bisa melihat mataku yang berbinar bercerita

menabur miliyaran bintang sebagai penghias cerita

bagaimana aku tidak mencintai-Mu ?

 

Bangunkan aku, aku ingin bertemu

setiap hari, setiap saat

 

 

 

Pagi di 10 Muharram

Pagi?

Jam 4 pagi, aku pusing sekali, entah bagaimana lagi caraku menghilangkan bayanganmu di saat-saat penting seperti ini. asal kau tahu, aku sedang ingin bertemu Rabb ku, tolong jangan berlalu-lalang dulu. Semenit saja.

kau memakan masalahmu sendiri, menghabiskan waktumu berharap pada sesuatu yang mungkin tidak pernah benar-benar ada.Sudahlah

kau tau siapa yang selalu ada untukmu? kau tidak pernah sadar, sudah berapa kali Rabb mu menyelamatkan mu dari semua kebodohan dan kecerobohanmu itu.

Acap kali kau mengucap do’a disepertiga malam, ketakutanmu selalu hadir ketakutan akan menyebut namanya dan berharap pada Rabb mu agar dia kembali pada mu.

ya, aku takut aku takut terlalu mengatur Rabb ku.

Kepada kamu manusia yang masih mengisi hatiku yang kecil seperti otak dan badanku ini, aku selalu berharap pada Rabb kita agar menjagamu dalam taat. Cukup Dia saja yang menjaga setiap langkahmu dan meridhai setiap tujuanmu.

Aku masih ingat kalimat bodoh dari mulutmu yang mengatakan “jangan terlalu dipikirkan.”

Otakku ini masih berfungsi dengan baik, mengontrolnya untuk menghapusmu itu tidak semudah mengunyah nasi. Yang benar saja ?

yas,  sudah harus-siap-siap pagi ini.

Selamat beraktifitas. Jangan lupa memulai semuanya dengan Basmallah.